Zakat Fitrah dan Zakat Energi : donasi.id

 

Halo, para pembaca yang budiman! Pada artikel jurnal kali ini, kita akan membahas mengenai zakat fitrah dan zakat energi. Dalam Islam, zakat fitrah merupakan salah satu bentuk ibadah yang dilakukan umat Muslim pada bulan Ramadan. Sementara itu, zakat energi adalah konsep baru yang muncul dalam konteks lingkungan dan keberlanjutan. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai kedua konsep zakat ini!

Pengertian Zakat Fitrah

Zakat fitrah, juga dikenal sebagai zakat al-fitr atau zakat fitri, adalah zakat yang wajib dikeluarkan pada bulan Ramadan sebagai ungkapan syukur sekaligus membersihkan diri dari segala dosa. Zakat fitrah biasanya berupa makanan pokok atau nilai uang yang setara dengan makanan pokok, seperti beras, gandum, atau uang tunai.

Zakat fitrah memiliki tujuan mulia, yaitu:

  1. Menyucikan diri dari hawa nafsu dan kesalahan selama Ramadan.
  2. Menyantuni dan membantu sesama yang kurang beruntung.
  3. Mempererat tali persaudaraan dan solidaritas sosial antar umat Muslim.

Setiap Muslim yang memiliki kemampuan finansial yang mencukupi wajib membayar zakat fitrah sebelum hari raya Idul Fitri.

Kapan Zakat Fitrah Dibayar?

Pembayaran zakat fitrah dilakukan sebelum hari raya Idul Fitri dan setelah terbenamnya matahari pada malam takbiran, yaitu malam sebelum hari raya Idul Fitri. Tepatnya, zakat fitrah harus dibayar sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri.

Keterlambatan dalam membayar zakat fitrah dapat mengurangi pahala yang diperoleh. Oleh karena itu, sebaiknya kita membayar zakat fitrah tepat waktu agar mendapatkan berkah yang lebih besar.

Berapa Jumlah Zakat Fitrah yang Harus Dikeluarkan?

Besaran zakat fitrah ditentukan berdasarkan jenis makanan pokok yang umum dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Di Indonesia, zakat fitrah umumnya dihitung berdasarkan harga beras, gandum, atau makanan pokok lainnya. Jumlah zakat fitrah yang disarankan adalah sebesar 2,5 kg beras atau gandum per orang atau setara dengan nilai uang yang dapat membeli makanan pokok tersebut di pasaran.

Jumlah zakat fitrah ini berlaku untuk tiap anggota keluarga yang ditanggung oleh seorang pemimpin keluarga. Jika seseorang tinggal sendiri atau tidak menjadi tanggungan keluarga lain, dia pun wajib membayar zakat fitrah untuk dirinya sendiri.

Kepada Siapa Zakat Fitrah Diberikan?

Zakat fitrah yang telah dikumpulkan biasanya diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya. Penerima zakat fitrah umumnya adalah:

  1. Mustahik, yaitu mereka yang berhak menerima zakat karena tidak memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak.
  2. Yatim piatu dan anak-anak yatim, yang merupakan golongan yang sangat membutuhkan pertolongan dan bantuan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
  3. Fakir miskin, yaitu mereka yang hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit dan tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya.

Adapun prioritas dalam pemberian zakat fitrah adalah kepada mustahik terdekat, seperti tetangga yang membutuhkan, sanak saudara yang kurang mampu, atau orang-orang sekitar yang membutuhkan pertolongan. Namun, jika tidak ditemukan penerima zakat di sekitar, zakat fitrah dapat disalurkan melalui lembaga yang berkompeten dalam penanganan zakat.

Pengertian Zakat Energi

Seiring dengan perkembangan zaman, muncul konsep baru yang dinamakan zakat energi. Zakat energi merupakan konsep yang mengacu pada pengelolaan dan pemanfaatan energi secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Konsep ini menekankan pentingnya penggunaan energi yang efisien dan ramah lingkungan.

Zakat energi dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti:

  1. Memaksimalkan penggunaan sumber energi terbarukan, seperti energi surya, angin, air, atau biomassa.
  2. Mengurangi pemakaian energi fosil, seperti minyak bumi dan gas alam, yang merusak lingkungan.
  3. Mengoptimalkan efisiensi energi di rumah atau tempat kerja, misalnya dengan menggunakan lampu hemat energi atau mengatur suhu AC dengan bijak.

Dengan menerapkan zakat energi, kita dapat memberikan kontribusi dalam menjaga kelestarian alam dan meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan.

Mengapa Zakat Energi Penting?

Zakat energi menjadi penting mengingat masalah-masalah lingkungan dan keberlanjutan yang dihadapi oleh umat manusia saat ini. Pemanasan global, polusi udara, dan kerusakan ekosistem menjadi tantangan yang harus diatasi demi menjaga keberlangsungan kehidupan di Bumi.

Menerapkan zakat energi memberikan manfaat dalam beberapa aspek, antara lain:

  • Preservasi lingkungan dan alam: Dengan menggunakan sumber daya alam secara bijak, kita dapat menjaga kelestarian lingkungan dan alam.
  • Penghematan energi: Dengan mengoptimalkan penggunaan energi, kita dapat menghemat biaya yang dikeluarkan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang semakin langka.
  • Manfaat ekonomi: Penggunaan sumber energi terbarukan dapat menjadikan kita lebih mandiri secara energi dan menciptakan lapangan kerja baru dalam bidang energi terbarukan.

Bagaimana Cara Melakukan Zakat Energi?

Untuk melaksanakan zakat energi, berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:

  1. Menggunakan lampu hemat energi atau lampu LED yang hemat listrik.
  2. Menggunakan kendaraan bermotor yang lebih efisien, seperti kendaraan listrik atau hybrid.
  3. Memasang panel surya di rumah atau gedung untuk memanfaatkan energi matahari sebagai sumber listrik.
  4. Memiliki peralatan rumah tangga dengan tingkat efisiensi energi yang tinggi.

Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, kita dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan meminimalisir dampak negatif yang diakibatkan oleh penggunaan energi konvensional.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Bagaimana cara menghitung zakat fitrah?

Untuk menghitung zakat fitrah, anda dapat menggunakan harga beras atau gandum sebagai patokan. Jumlah zakat fitrah yang disarankan adalah sebesar 2,5 kg beras atau gandum per orang. Anda juga dapat menggantinya dengan nilai uang yang setara dengan beras atau gandum tersebut.

2. Kapan waktu terbaik untuk membayar zakat fitrah?

Zakat fitrah sebaiknya dibayar sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri. Pembayaran dilakukan setelah terbenamnya matahari pada malam takbiran, yaitu malam sebelum hari raya Idul Fitri.

3. Apa saja prioritas dalam pemberian zakat fitrah?

Prioritas dalam pemberian zakat fitrah adalah kepada mustahik terdekat, seperti tetangga yang membutuhkan, sanak saudara yang kurang mampu, atau orang-orang sekitar yang membutuhkan pertolongan. Namun, jika tidak ditemukan penerima zakat di sekitar, zakat fitrah dapat disalurkan melalui lembaga yang berkompeten dalam penanganan zakat.

4. Apa manfaat dari mengoptimalkan penggunaan energi dalam zakat energi?

Dengan mengoptimalkan penggunaan energi, kita dapat menghemat biaya yang dikeluarkan, menjaga lingkungan dan alam, serta menciptakan lapangan kerja baru dalam bidang energi terbarukan.

5. Bagaimana cara melaksanakan zakat energi sehari-hari?

Anda dapat melaksanakan zakat energi sehari-hari dengan menggunakan lampu hemat energi, mengatur suhu AC dengan bijak, menggunakan kendaraan bermotor yang lebih efisien, atau memasang panel surya di rumah Anda.

Sumber :